Rabu, 16 Maret 2016

Nasihat Hening



senikmat kaldu pada urutan rasa yang membisu
tersisa sedikit cerita di titik-titik hujan jendela kamar
visual arus ketakutan menyiram wajah yang menelan
simbol keangkuhan Ijroil karena kebaktiannya

ia yang datang bersama kereta melintas tanpa izin
dari seseorang bahkan ribuan orang yang diangkut paksa
rekaman kematian selalu mengeja dengan alif ba ta nya
agar hujan malam ini menyadarkankan tentang nasihat hening
sedari jam dinding yang berdentang tepat pukul tiga dini hari

kuning dimiliki pisang dengan lekukkan senyumannya
dalam potongan bait pada sajak tentang warna
tapi dari semalam kereta Ijroil terus membising
tentang warna yang berakhir duka akan lembaran kuning
di halaman rumah terkibar menggeloranya

kekhawatiran tentang pisang dan lembaran yang berbeda
bekal dan pakaian belum sempat dirapikan menjadi alasan
hati belum sempat diolah menjadi alasan juga
jika cahaya fajar esok hari datang
kemana harus lari ketika terjuntai di pintu kubur?

1 komentar:

  1. Wanda suka semuaaaa puisi Ana...
    Kata katany indah dan menyayat hati
    Penuh makna.
    MasyaAllah sahabatku...

    I adore you:-):-):-)

    BalasHapus