Lembayung senja memercikan nada pada kesenyapan
Bulan sampaikan syair nadi dari puteri dalam gemerlap
Bintang, saksi terima kata hati dalam lembaran kertas
Kutitikkan tetes bening di atas barisan doa untuk bunda
Tetapkan untuk mematri, mengeja, dan menabur butiran ayat cinta
dalam otak, dalam hati, dan dalam keriuhan syahdu di alamMu
dalam otak, dalam hati, dan dalam keriuhan syahdu di alamMu
Serabut kasih
mengalirkan cinta sepanjang bengi dan awan
Serabut asa yang
tak terpatahkan oleh asap serta aroma kepayahan
Serabut rasa
tersalurkan dalam gumpalan hati sampai detik ini
Surga berada di telapak kakimu dalam sabda Rasulku
Bersamamu, Allah sampaikan keridaan juga kemurkaanNya
Syukurku berisyarat pada jarak bulan dan cahayanya
Senandung merdu dari sayup-sayup bibir terus terejakan
Kau beri tanpa
letih tanpa tapi di tiap waktu untuk tiap tuju
kesaksian malam
yang menceritakan
sederet doa untuk
kami di keharibaan Ilahi
Ya Rabbi, citrakan rona cerah di wajahnya selalu
sampai keabadian menyaksikan
mahkota khusus terpasang di atas kepalanya
sebagai hadiah yang diceritakan puteri dalam syairnya
"Dari syair yang sederhana ini akan kuceritakan kisah cinta yang terpatri karena Allah. Dalam hati selalu berbaris doa dan harapan, untukmu mamah."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar