senikmat kaldu
pada urutan rasa yang membisu
tersisa sedikit
cerita di titik-titik hujan jendela kamar
visual arus
ketakutan menyiram wajah yang menelan
simbol keangkuhan Ijroil karena kebaktiannya
simbol keangkuhan Ijroil karena kebaktiannya
ia yang datang
bersama kereta melintas tanpa izin
dari seseorang
bahkan ribuan orang yang diangkut paksa
rekaman
kematian selalu mengeja dengan alif ba ta nya
agar hujan
malam ini menyadarkankan tentang nasihat hening
sedari jam
dinding yang berdentang tepat pukul tiga dini hari
kuning dimiliki
pisang dengan lekukkan senyumannya
dalam potongan
bait pada sajak tentang warna
tapi dari
semalam kereta Ijroil terus membising
tentang warna
yang berakhir duka akan lembaran kuning
di halaman
rumah terkibar menggeloranya
kekhawatiran
tentang pisang dan lembaran yang berbeda
bekal dan
pakaian belum sempat dirapikan menjadi alasan
hati belum
sempat diolah menjadi alasan juga
jika cahaya
fajar esok hari datang
kemana harus
lari ketika terjuntai di pintu kubur?


